Smash dan Sepak (Smash and Kick) artwork
Smash dan Sepak (Smash and Kick)S1 · E21:1689 plays Preview: first 60 seconds

Suporter, Tiket dan Uang yang Tidak Kembali

0:00 / 1:16

Sample the first 60 seconds free. Sign up free or log in to hear the whole episode.

RSS
Show notes

Uang tiket dan tribun

Stadion penuh, tapi klub tetap rugi. Dimas menjelaskan dengan angka sederhana ke mana uang tiket Liga 1 pergi, mengapa hak siar belum cukup, dan apa yang terjadi ketika klub bergantung pada sponsor yang datang dan pergi. Tamu utama adalah Bang Yudi, ketua kelompok suporter di Malang, yang bicara jujur soal hubungan tribun dengan manajemen setelah tragedi Kanjuruhan.

  • Harga tiket, pajak dan biaya pengamanan
  • Hak siar dibandingkan dengan liga tetangga
  • Sponsor yang datang dan pergi
  • Bang Yudi tentang tribun setelah Kanjuruhan
  • Apa yang bisa ditiru dari Liga Malaysia dan Thailand

Minggu depan kembali ke bulu tangkis: cara membaca servis pendek lawan.

Transcript
Selamat datang kembali di Smash dan Sepak, saya Dimas Prasetyo. Minggu ini episode sepak bola penuh, karena ada pertanyaan yang terus mengganggu saya. Stadion kita penuh, tiket laris, tapi klub tetap mengaku rugi. Ke mana uangnya? Saya akan jelaskan dengan angka yang sederhana, dari harga tiket, pajak, biaya pengamanan, sampai hak siar yang masih jauh dari liga tetangga. Tamu saya hari ini Bang Yudi, ketua kelompok suporter di Malang. Kami bicara jujur tentang hubungan tribun dan manajemen, dan tentang apa yang berubah setelah Kanjuruhan. Ini percakapan yang tidak mudah tapi perlu, karena suporter adalah satu-satunya pihak yang tidak pernah pergi. Kita juga membandingkan dengan Liga Malaysia dan Thailand, apa yang bisa ditiru dan apa yang tidak. Minggu depan kita kembali ke lapangan bulu tangkis untuk membaca servis pendek lawan. Anda mendengarkan Witspeak Podcasts. Terima kasih sudah menemani.
Open as text

More from Smash dan Sepak (Smash and Kick)

S1 · E1May 3, 20261:0752 plays Members

Kenapa Ganda Putra Indonesia Selalu Kuat

Dimas membedah tradisi ganda putra Indonesia, dari rotasi serang, bola-bola datar, sampai pola latihan di Cipayung, dan berbincang dengan pelatih klub di Kudus tentang pembinaan sejak usia 8 tahun.