Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days) artwork
Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days)S1 · E10:5636 plays Members only

Ibu Ratna dan Nasi Uduk Subuh di Kebon Kacang

0:00 / 0:56

This episode is for members. Sign up free or log in to hear the whole episode.

RSS
Show notes

Ibu Ratna, 30 tahun bangun pukul 3 pagi

Kami tiba di warung Ibu Ratna saat Kebon Kacang masih gelap dan merekam sepanjang pagi, di antara suara santan mendidih dan pelanggan yang memesan tanpa perlu menyebut pesanannya. Ibu Ratna tidak suka bicara tentang dirinya, tapi sangat suka bicara tentang pelanggannya, dan itulah yang membuat episode ini hangat.

  • Resep nasi uduk yang ia pelajari dari mertuanya di Tanah Abang
  • Pelanggan yang dulu anak kos dan kini membawa anaknya sendiri
  • Hitungan satu hari: modal, harga cabai dan sisa yang dibawa pulang
  • Tiga anak yang lulus kuliah dari sepiring nasi uduk
  • Pesannya untuk anak muda yang mau buka warung

Terima kasih untuk Ibu Ratna dan pelanggan setianya yang rela direkam sambil sarapan.

Transcript
Selamat pagi, selamat siang, selamat malam, di mana pun kamu mendengarkan. Saya Dewi Larasati dan ini Hari-Hari Jakarta, podcast tentang orang-orang biasa yang membuat kota ini tetap hidup. Episode hari ini kita mulai pukul 3 pagi di sebuah gang di Kebon Kacang, di dapur Ibu Ratna, yang sudah menjual nasi uduk di tempat yang sama sejak tahun 1995. Saya menemaninya dari menanak nasi dengan santan sampai dagangan terakhir habis sebelum pukul 9. Kita akan bicara soal resep dari mertuanya, pelanggan yang tumbuh besar di warungnya, harga cabai yang naik turun seperti cuaca, dan tiga anak yang ia kuliahkan dari sepiring nasi uduk seharga 12 ribu. Kalau kamu pernah sarapan di pinggir jalan Jakarta, episode ini akan terasa sangat dekat. Siapkan teh manis kamu. Kamu sedang mendengarkan di Witspeak Podcasts.
Open as text

More from Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days)

S1 · E2Sep 30, 20260:5329 plays Preview

Tiga Jam Sehari di KRL Bekasi Sudirman

Rizky, 27 tahun, berangkat pukul 5 pagi dari Bekasi dan pulang lewat pukul 9 malam. Kami ikut perjalanannya seminggu penuh dan bicara tentang lelah, gaji, teman gerbong dan mimpi pindah dekat kantor.