Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days) artwork
Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days)S1 · E20:5329 plays Preview: first 60 seconds

Tiga Jam Sehari di KRL Bekasi Sudirman

0:00 / 0:53

Sample the first 60 seconds free. Sign up free or log in to hear the whole episode.

RSS
Show notes

Rizky dan rutinitas komuter Bekasi Sudirman

Kami ikut Rizky selama lima hari kerja, dari peron Stasiun Bekasi yang padat pukul 5 pagi sampai gerbong sepi saat pulang. Episode ini direkam sebagian besar di dalam kereta, jadi suara pengumuman stasiun dan pintu otomatis ikut masuk. Rizky jujur soal lelah, tapi juga soal hal-hal kecil yang membuatnya bertahan.

  • Mengapa ia memilih kos di Bekasi dan bukan di dekat kantor
  • Teman gerbong yang kenal lewat kebiasaan berdiri di pintu yang sama
  • Hitungan bulanan: tiket, ojek, makan siang dan sisa untuk ditabung
  • Trik tidur berdiri dan jam-jam yang paling padat
  • Rencana lima tahun yang ia ceritakan untuk pertama kali

Terima kasih untuk Rizky dan para penumpang gerbong 3 yang ikut mengobrol.

Transcript
Halo, saya Dewi Larasati dan kamu sedang mendengarkan Hari-Hari Jakarta. Kalau kamu pernah berdiri di peron Stasiun Bekasi pukul 5 pagi, kamu tahu rasanya episode hari ini. Tamu kita Rizky, 27 tahun, staf administrasi di sebuah kantor di Sudirman yang menghabiskan tiga jam setiap hari di dalam KRL. Saya ikut perjalanannya selama lima hari penuh, berangkat gelap pulang gelap, dan merekam obrolan kami di antara pengumuman stasiun dan pintu kereta yang terbuka tutup. Kita bicara soal kenapa ia tetap tinggal di Bekasi, teman-teman gerbong yang ia kenal tanpa tahu nama, hitungan uang bulanan yang ia tulis rapi di catatan ponsel, dan rencana lima tahun yang baru pertama kali ia ceritakan ke orang lain. Episode ini untuk semua yang hidupnya diatur jadwal kereta. Kamu sedang mendengarkan di Witspeak Podcasts.
Open as text

More from Hari-Hari Jakarta (Jakarta Days)

S1 · E1Aug 23, 20260:5636 plays Members

Ibu Ratna dan Nasi Uduk Subuh di Kebon Kacang

Ibu Ratna membuka warung nasi uduknya pukul 4 pagi setiap hari sejak 1995. Kami menemaninya dari menanak nasi sampai dagangan habis, dan mendengar cerita tentang langganan, harga cabai dan anak-anak y…